Pengertian soft selling dan hard selling
08/02/22

Memasarkan produk merupakan sebuah keharusan bagi para pemilik bisnis yang menjual barang baik berupa produk maupun jasa. Untuk bisa mendapatkan angka penjualan yang tinggi dibutuhkan metode pemasaran yang tepat agar bisa membuat para pelanggan jadi tertarik maka dari itulah tercipta sebuah metode soft selling dan hard selling. Lalu sebenarnya apa perbedaan soft selling dan hard selling?

HARD SELLING

Hard selling atau Penjualan langsung adalah metode penjualan di mana penjual menjajakan dagangannya secara langsung. Biasanya Pembaca langsung memahami bahwa itu adalah iklan untuk menjual produk tertentu, tanpa harus melihat seluk-beluk produk tersebut para pembaca akan langsung paham.

Biasanya hard selling sangat cocok digunakan dengan metode penjualan melalui media sosial yang menggunakan desain, foto, atau video dalam memasarkan produknya. Biasanya hard selling di gunakan untuk menjual barang yang sudah dikenal masyarakat dan tanpa perlu pengenalan lagi. 

Berikut adalah contoh metode hard selling yang diterapkan Alfamind untuk para SOBAT

SOFT SELLING

Soft selling atau yang biasa kita sebut dengan penjualan tidak langsung adalah metode penjualan dimana ketika kita menjual sesuatu kita tidak langsung menawarkan barang tersebut kepada pembeli atau dengan kata lain kita menawarkan sesuatu yang lain baru setelah itu dengan halus kita menjualkan barang kita. 

Metode soft selling sangat cocok untuk di gunakan di dalam penjualan melalui social media, sebagai pembaca akun anda tentunya terkadang jenuh dengan konten yang isinya hanya tentang produk yang kita jual. Terkadang sebagai pembaca kita ingin melihat sesuatu yang ringan yang enak untuk dilihat dan yang pastinya membuat kita penasaran. Biasanya soft selling digunakan untuk memperkenalkan produk baru yang belum dikenal oleh masyarakat.

Metode soft selling juga bisa digunakan untuk mengenal para pembeli kita, metode soft selling tidak hanya tentang menjual barang, tetapi juga bisa digunakan untuk mendekati pelanggan, sehingga di antara penjual dan pembeli memiliki hubungan yang dekat. Dengan hubungan yang dekat pastinya memiliki dampak yang luar biasa bagi penjual dalam  menjual barangnya.

Berikut adalah contoh soft selling yang diterapkan oleh Alfamind untuk para SOBAT:

LALU METODE MANAKAH YANG PALING BAIK?

Jika kita bertanya lebih baik mana hard selling atau soft selling?, maka jawabannya keduanya adalah metode yang sangat efektif untuk digunakan. Hard selling akan membuat para pembaca dengan mudah mengenali produk yang kita jual, sehingga akan sangat efektif untuk mereka yang sangat membutuhkan barang kita, sedangkan metode soft selling sangat efektif digunakan untuk memperkenalkan jenis brand baru dan juga soft selling sangat efektif untuk membangun relasi antara penjual dan pembeli.

Sebaiknya para SOBAT menggunakan kedua metode tersebut, SOBAT bisa menggunakan metode tersebut secara berkala dan bergantian, sehingga kita memiliki peluang yang lebih besar untuk menjual barang kita. 

Selalu semangat para SOBAT!! Alfamind “JUALAN GAMPANG PASTI UNTUNG”

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
UBM Tower / Alfa Tower
Jl. Jalur Sutera Barat Kav. 7-9 Alam Sutera,
Tangerang, Banten
INDONESIA

 

LANGGANAN PELANGGAN ALFACARE

 

 

IKUTI KAMI

 

 

Download Aplikasi ALfamind